Antara Kata-kata dan Perbuatan
Where is the love? Hard to find… my friend telling me "jangan dicari nanti dia akan datang sendiri". Lah, kalo gue tanya sampe kapan? No body knows?
Huh, there is one guy, treat me very nice lately, We go out in our leisure time, mostly in the weekend… got dinner and drink. Sabtu lalu ke nikahan temennya, di salah satu hotel di Kuningan. Ketemu dengan beberapa temennya. Nice, he introduce me to all of his friends… wah… mereka nggak jauh2 obrolannya dengan pekerjaan, coal mining… Selesai dari wedding party ternyata tetep mereka masih mau ngobrol, akhirnya kita pindah ke longue for chit chat. Well, gue emang gak tau banyak tentang coal, tapi terbiasa dengan minyak, gak jauh sih.. dan biasalah ada tender-tender dan beramah tamah dengan colega (inget zaman bokap gue dulu juga begitu) … untungnya aku nggak terlibat jauh dengan pembicaraan mereka, salah satu ada yg membawa istri dan kami pisah meja, ngobrol yang ringan2 aja deh…. safe by that ibu and her daughter. Biarkan itu jadi pembicaraan laki-laki. Bukan main gender, tapi aku nggak mau terlihat konyol aja di depan mereka. Hehe yang tidak berkepentingan dilarang masuk!! gitu deh…
Di waktu yang sama, di belahan dunia yang lain… seorang laki-laki sedang bekerja keras untuk meyakinkan bahwa dia bisa melakukan apapun to win my heart. Dia sering menelpon hampir setiap malam dan kadang2 waktu di kantor. Is he really real? Semalam dia menelpon dan akhirnya pembicaraan kita sampai kepada titik dimana aku tidak mudah mempercayai hubungan yang dimulai dari internet. Dan akhirnya dia menangis.. and thats makes me hurt…
Ada yang salah disini… yang sudah nyata di depan mata, area yg sama Jakarta, dan yang di belahan dunia lain…. Yang satu sudah melakukan apapun, treat me nice.. introduce me to his friends tetapi tidak pernah terucap satu katapun mau kemana kita? Ya dia cukup mature mungkin kata2 tidak dibutuhkan… cukup dengan sikap dan perbuatan bahwa dia care dan baik banget. Yang satu lagi di negara lain… cukup intens dengan berbagai alat komunikasi.. tetapi kami belum pernah bertemu. Dia sedang mengusahakan waktu luang dan dana untuk mengunjungi saya.
Apa bener yang dikatakan temen saya, bahwa "the one" tidak harus dicari nanti dia akan datang sendiri. Nah sekarang salah siapa kalau aku menjalani semua kemungkinan yang ada– yah kalo tidak dijalani kapan kita tau siapa sebenarnya "seseorang itu". Ini bagian dari menunggu.. atau bagian dari yang dicari. Aku bukan orang yang suka menunggu!! (siapa yang suka???) Who knows??? Take it easy.. hahaha menghibur diri sendiri yang sedang gundah…..
November 2nd, 2006 at 1:24 am
Ya lah nek…siapa juga yang suka nunggu…nasihat dari gue yang lebih tuwir (dikiiiiit…) dari loe, yah…ikutin kata hati…mana yang membuat loe lebih nyaman, dalam arti…loe gak perlu berpura-pura kalo bicara dengan beliau…nah pasti itu yang palin ccok buat loe…sukses yo